Blokir IMEI, kenapa harus operator yang membayar?

Thread Starter

admin

Administrator
Join
23 Sep 2017
Post
39
Likes
14
#1
Mengulas Pemblokiran IMEI, menarik untuk kami simak dan bahas beberapa saat ini. Kenapa? Karena kebanyakan dari kami para fanboy jelas tidak ingin tertinggal mengenai review barang-barang tersebut. Sejujurnya, kami tidak bisa menjawab perihal apapun. Namun akan kami bahas dari sudut pandang kami yang memang kebetulan berkecimpung langsung di Masyarakat.

Kami sedikit melakukan riset dan wawancara terhadap beberapa orang diluar sana, karena kami penasaran bagaimana dengan masyarakat menyikapi hal tersebut. Baiklah, kami akan jelaskan sedikit literasi yang kami apresiasi dengan bentuk sebuah narasi. Selamay menikmati.

Operator dibebankan biaya sekitar 500 Milyar rupiah, ya kalian tidak salah membaca harga tersebut. 500 Milyar / Operator. Bisa kalian hitung? Mungkin akan ada merger antara operator kecil dengan penguasa pasar atau dengan kata lain mereka yang cukup kaya untuk melahap operator tersebut. Akankah hal tersebut menyehatkan untuk persaingan bisnis?

Lantas, bagaimana dengan pelaku pasar? Para pedagang-pedagang kecil yang memang menjual ponsel Black Market tersebut? Akankah mereka dikorbankan? Lantas, bagaimana dengan karyawan-karyawan mereka? Apakah pemerintah sudah bisa mengatasi terhadap akan bertambahnya angka pengangguran di Indonesia?

Selesai dari sini, sudah cukupkah? Kami kutip dari detik.com "Untuk mencegah IMEI ilegal itu, ya perusahaan seluler harus menyediakan perangkat tambahan dan itu biayanya sangat besar. Nah, inilah untuk industri yang sehat, ya ini, semua harus kita lakukan," ujar Menkominfo Johnny G Plate di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Ini bukan saja kepentingan pajak, tapi kepentingan industri secara keseluruhan? Kata Menkominfo Johnny G Plate.

Apakah Bapak Menkominfo berfikir untuk kepentingan mereka diluar sana, yang jelas-jelas membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia? Seteleh diteken oleh tiga Kementerian, diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kominfo akan ada sosialisasi selama 6 bulan kedepan sebelum berlaku.

Apakah ponsel yang tidak bisa digunakan berikutnya akan menjadi sampah?

CB.jpg


Mengenai EIR (Equipment Identity Register) kami kutip dari Selular.ID yang juga didapat dari berbagai sumber, EIR merupakah sebuah sistem yang terdiri dari Hardware dan Software yang dapat mendeteksi IMEI sebuah ponsel. Setelah identifikasi selesai, EIR akan mengelompokkan ponsel legal dan ilegal berdasarkan IMEI yang terdaftar di website KEMENPERIN. Jika terbukti ilegal, ponsel akan tidak dapat digunakan kecuali menjadi ponsel tanpa nyawa, atau hanya bergantung pada WiFi dan menurut kami jelas akan menambah volume sampah, mungkin?

Sekian narasi dari kami, semoga dengan sedikit apresiasi akan menjadi aspirasi untuk jadi sebuah argumentasi.​
 

Attachments

Last edited:

Royaledes

Apple Addict
Join
24 Apr 2018
Post
472
Likes
73
Device
iPhone 5S
Gender
Laki-laki
#2
Tidak salah(smartphone) memiliki standart. Melihat perkembangannya sudah besar/mudah didapat, mudah dibeli dan bisa dipakai siapa saja. Sangking berkembangnya buy 1 get 1 .
Sudah seharusnya smartphone dialihkan sebagai katagori maju(standart) terlebih lagi kita ini flagship. Supaya kedepan hal yg berkaitan pun bisa ditetapkan. sperti standart wifi yg sekarang masih ada vendor2 masih pakai standart wifi4 2009,Kurang efisien penggunaannya yg seharusnya sudah memiliki standar wifi5 2013 yg sudah ada di jaman iph 5s namun masih tidak sesuai dan kini wifi6 2019. Dikarenakan cepatnya tekhnologi shingga tidak tepat/sesuai yg seharusnya dgn layanan yg ada.
Juga standart layanan data yg sekarang memang sudah LTE advance yg merupakan/mendekati 4G asli. Juga sebagai titik temu jembatan ke 5G dimasa depan.
Dimana negara lain penerapan layanan data standartnya unlimted(yg betul2 unlimited) namun hanya beda di masa aktif(menyesuaikan keperluan kita)sedangkan kita masih pakai internet berdasar jumlah kuota dan dibatasi hanya 30hari*



Sent from my iPhone using iDevice
 

Matrix

Moderator
Join
25 Aug 2018
Post
2,922
Likes
711
Device
iPhone 7
Gender
Laki-laki
#3
Mengulas Pemblokiran IMEI, menarik untuk kami simak dan bahas beberapa saat ini. Kenapa? Karena kebanyakan dari kami para fanboy jelas tidak ingin tertinggal mengenai review barang-barang tersebut. Sejujurnya, kami tidak bisa menjawab perihal apapun. Namun akan kami bahas dari sudut pandang kami yang memang kebetulan berkecimpung langsung di Masyarakat.

Kami sedikit melakukan riset dan wawancara terhadap beberapa orang diluar sana, karena kami penasaran bagaimana dengan masyarakat menyikapi hal tersebut. Baiklah, kami akan jelaskan sedikit literasi yang kami apresiasi dengan bentuk sebuah narasi. Selamay menikmati.

Operator dibebankan biaya sekitar 500 Milyar rupiah, ya kalian tidak salah membaca harga tersebut. 500 Milyar / Operator. Bisa kalian hitung? Mungkin akan ada merger antara operator kecil dengan penguasa pasar atau dengan kata lain mereka yang cukup kaya untuk melahap operator tersebut. Akankah hal tersebut menyehatkan untuk persaingan bisnis?

Lantas, bagaimana dengan pelaku pasar? Para pedagang-pedagang kecil yang memang menjual ponsel Black Market tersebut? Akankah mereka dikorbankan? Lantas, bagaimana dengan karyawan-karyawan mereka? Apakah pemerintah sudah bisa mengatasi terhadap akan bertambahnya angka pengangguran di Indonesia?

Selesai dari sini, sudah cukupkah? Kami kutip dari detik.com "Untuk mencegah IMEI ilegal itu, ya perusahaan seluler harus menyediakan perangkat tambahan dan itu biayanya sangat besar. Nah, inilah untuk industri yang sehat, ya ini, semua harus kita lakukan," ujar Menkominfo Johnny G Plate di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Ini bukan saja kepentingan pajak, tapi kepentingan industri secara keseluruhan? Kata Menkominfo Johnny G Plate.

Apakah Bapak Menkominfo berfikir untuk kepentingan mereka diluar sana, yang jelas-jelas membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia? Seteleh diteken oleh tiga Kementerian, diantaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kominfo akan ada sosialisasi selama 6 bulan kedepan sebelum berlaku.

Apakah ponsel yang tidak bisa digunakan berikutnya akan menjadi sampah?

View attachment 8484

Mengenai EIR (Equipment Identity Register) kami kutip dari Selular.ID yang juga didapat dari berbagai sumber, EIR merupakah sebuah sistem yang terdiri dari Hardware dan Software yang dapat mendeteksi IMEI sebuah ponsel. Setelah identifikasi selesai, EIR akan mengelompokkan ponsel legal dan ilegal berdasarkan IMEI yang terdaftar di website KEMENPERIN. Jika terbukti ilegal, ponsel akan tidak dapat digunakan kecuali menjadi ponsel tanpa nyawa, atau hanya bergantung pada WiFi dan menurut kami jelas akan menambah volume sampah, mungkin?

Sekian narasi dari kami, semoga dengan sedikit apresiasi akan menjadi aspirasi untuk jadi sebuah argumentasi.​
Wahhh bisa rame nihhh


Sent from my iPhone using iDevice
 

MaciOs

Apple Addict
Join
8 Feb 2020
Post
2
Likes
0
Device
iPhone 7+
Gender
Laki-laki
#4
Wahhh bisa rame nihhh


Sent from my iPhone using iDevice
jadi gimana t untuk produk ipgone yang ex inter ? jadi sampah juga kah ?
 

Matrix

Moderator
Join
25 Aug 2018
Post
2,922
Likes
711
Device
iPhone 7
Gender
Laki-laki
#5
jadi gimana t untuk produk ipgone yang ex inter ? jadi sampah juga kah ?
Tenang aja dulu yg gak terdaftar imei nya pengguna hp di Indonesia mencapai 95%


Sent from my iPhone using iDevice
 

nand.anan

Apple Addict
Join
28 Dec 2019
Post
70
Likes
17
Device
iPhone 5S
Gender
Laki-laki
#7
Pak Johnny pakai hp merek apa ya? :rolleyes:
 
[ MEMBER UPGRADE ] Hilangkan Iklan Dengan Upgrade ke VIP Member Klik Disini.
Top